11 Cara Bijak Menghukum Si Kecil Yang Melakukan Kesalahan

Anak kecil yang nakal atau bandel, adalah hal yang wajar. Karena sesuai dengan kodratnya, pada usia tersebut, mereka belum bisa membedakan mana yang benar dan salah. Mereka hanya bisa meniru dan melakukan sesuatu yang di sukainya tanpa tahu sebab akibatnya. Untuk itu, kita lah sebagai orang tua yang akan mengendalikannya, atau mendidiknya. Bagaimana caranya kita mengajarkan sesuatu, ataupun menghukumnya di saat dia melakukan kesalahan. Dan tentunya yang di maksud menghukum di sini bukanlah asal memarahi atau menghukumnya dengan kontak fisik.

Lantas, bagaimana cara yang benar atau yang bijak, dalam menghukum buah hati kita saat dia sedang melakukan kesalahan?  jawabannya ada di ulasan berikut ini.

1. Menentukan Keputusan Hukuman

Sebelum memberikan hukuman, lakukan diskusi dengan istri/suami Anda terkait alasan, saat hukuman, cara atau jenis hukuman untuk anak. Dalam melakukan keputusan ini, harap lakukan pada saat Anda dalam keadaan tenang dan bisa berpikir jernih.

2. Putuskan apakah hukuman memang layak untuk pelanggaran si anak

Hukuman semestinya harus mencerminkan level pelanggaran si anak. Oleh karena itu, misalnya, menghukum anak tidak boleh bermain di luar adalah tindakan yang tepat bagi anak yang melanggar aturan jam pulang ke rumah, bertindak nakal kepada temannya, atau lainnya.

3. Tentukan batasan-batasan hukuman

Setelah menentukan hukuman bagi anak, Anda bisa memperluas lagi dengan berbagai batasan seperti (untuk sementara) menghilangkan hak-hak yang biasa didapat si anak, memberi tambahan mengerjakan tugas-tugas rumah, atau hanya mengijinkan anak ke luar di halaman saja. Anda perlu membuat batasan aturan yang jelas bagi si anak.

4. Selalu ingat alasan anak dihukum

Anak dihukum agar ia disiplin dan mengajarkan mereka memiliki tingkah laku yang lebih baik. Dalam menjalankan hukuman, jelaskan apa yang Anda harapkan darinya sehingga kelak dia tidak mengulanginya kembali.

5. Selalu waspada terhadap kecurangan dan ketidakjujuran

Jika penghilangan hak-hak si anak atau tugas-tugas tambahan yang Anda berikan tampaknya tidak mempan bagi si anak, Anda bisa memberinya hukuman lain. Anda juga bisa memberikan pengawasan ekstra  yang akan membuatnya berpikir ulang untuk berbuat curang lagi.

6. Berilah waktu jeda

Jika anak terlihatlah beritikad memperbaiki perilakunya atau telah menyelesaikan tugas hukuman yang Anda berikan dengan baik, berilah dia waktu untuk rehat. Dari masa awal hukuman, buatlah aturan tindakan dan reward ini sejelas mungkin.

7. Tetap tenang dan bersikap positif

Memberi hukuman pada saat pikiran sedang kalut dan marah tidaklah baik bagi kedua belah pihak yang menghukum dan dihukum. Jika pada saat memberikan hukuman Anda tetap dalam keadaan tenang, anak akan memandang bahwa tingkah laku mereka tidak membuat murka orang tuanya, walau begitu bersamaan dengan hal itu mereka juga menyadari bahwa tindakannya adalah salah. Hukuman akan membuat mereka menyadari kesalahan itu dan mengingat agar tidak mengulanginya kembali di masa mendatang.

8. Berikan jangka waktu hukuman yang jelas

Ada harus memberi jangka waktu yang jelas untuk masa hukuman si anak. Jika Anda tidak memberi jangka waktu yang tertentu, maka Anda akan kelihatan seperti menyerah di mata si anak saat Anda membebaskannya dari masa hukuman.

9. Beri batas batas maksimum hukuman

Untuk anak usia 6 hingga 10 tahun, masa hukuman terpanjang adalah satu hari, sementara bagi remaja satu minggu adalah kurun masa hukuman maksimum.

10. Tetap dukung sikap atau hobi-hobi yang positif

Walau dalam masa hukuman, Anda tetap harus menyuruhnya sekolah, termasuk mengikuti kegiatan ekstra sekolah (kecuali jika semua kegiatan itu adalah sumber masalah anak dihukum). Jika mungkin, jangan sampai Anda menarik anak dari tim olah raganya, kelas ekstra kurikuler, atau berbagai kegiatan lainnya.

11. Pertimbangkan pengampunan atau pengurangan masa hukuman

Jika anak sudah terlihat menyadari perbuatannya atau anak telah melakukan tugas hukuman dengan baik, maka Anda perlu mempertimbangkan pengurangan masa hukuman, atau bahkan melakukan pengampunan terhadapnya. Hal ini akan membuat anak termotivasi dan berinisiatif untuk memperbaiki diri.

Demikian di atas adalah beberapa cara bijak dalam menghukum anak dengan bijaksana saat dia melakukan kesalahan. Semoga bermanfaat.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *