9 Jenis Penyakit yang Sering Menyerang Bayi dan Cara Pengobatannya

Dibandingkan dengan mereka yang telah dewasa, bayi lebih rentan dengan yang namanya penyakit. Apalagi dengan kondisi wilayah Indonesia yang merupakan daerah tropis, membuat keberadaan mikroorganisme penyakit jauh lebih beragam. Untuk menghindarkan bayi dari kondisi yang tidak diinginkan, ada baiknya orang tua mengenal beragam penyakit yang sering menyerang bayi, seperti yang tercantum di bawah ini.

1. Diare

Diare merupakan salah satu masalah kesehatan yang cukup sering dialami oleh bayi dan balita. Diare bisa disebabkan oleh beberapa faktor seperti halnya alergi pada jenis makanan tertentu, infeksi bakteri hingga kebanyakan mengonsumsi jus buah.

Untuk mengatasinya, ibu bisa memperbanyak asupan cairan berupa air putih dan oralit bagi bayinya. Hal ini dilakukan untuk mengganti cairan tubuh bayi yang hilang. Jika memang kondisi tidak segera membaik, segera hubungi dokter untuk perawatan lebih lanjut.

2. Ruam pada kulit bayi

Keberadaan ruam pada kulit bayi bisa disebabkan oleh beberapa hal seperti alergi, infeksi, kulit yang kering atau bahkan kulit lecet. Perlu diketahui jika bayi memiliki kulit yang lebih sensitif dibandingkan dengan kulit orang dewasa. Tidak heran jika kemudian, kulit bayi lebih rentan terhadap penyebab kemunculan ruam tersebut.

Untuk mencegah ruam dan mengatasinya, ibu bisa menggunakan lotion khusus bayi atau baby oil yang juga berguna dalam mencegah kulit bayi kering. Selain menggunakan lotion, ibu juga bisa mengatasi ruam dengan cara membersihkan bokong bayi dengan mengalirkan air pada bagian tersebut. Hindari menggosok kulit bayi yang muncul kemerahan.

Jika ruam tidak segera hilang meski sudah dipakaikan krim dan salep, ada baiknya ibu segera berkonsultasi pada dokter.

3. Penyakit kuning

Penyakit kuning membuat mata serta kulit bayi berwarna kekuningan. Beberapa faktor penyebab munculnya penyakit kuning antara lain adalah meningkatnya zat bilirubin dalam tubuh, adanya gangguan hati,  asupan ASI yang kurang serta kekurangan enzim G6PD.

Pada batas-batas tertentu, penyakit kuning terbilang tidak berbahaya, namun ibu harus segera waspada jika kuning pada bayi tidak segera hilang.

Cara mengobati penyakit kuning pada bayi bisa dilakukan dengan selalu memberikan bayi asupun berupa ASI. Asupan tersebut bisa dilakukan pada tiap 2 jam sekali. Selain memberikan ASI, ibu juga bisa menjemur bayinya dengan cara meletakkan bayi di bawah sinar matahari.

Waktu yang paling baik untuk menjemur bayi adalah pukul delapan hingga sembilan pagi. Menjemur bayi tidak hanya bagus dalam menurunkan tingkat bilirubin melainkan juga bagus untuk kesehatan tulang.

4. Eksim susu

Eksim susu merupakan salah satu gangguan kulit pada bayi yang cukup banyak ditemukan. Eksim susu dapat menyebabkan bayi bertambah rewel akibat gatal yang dirasakan. Beberapa faktor yang menyebabkan kemunculan eksim susu antara lain adalah faktor keturunan, kulit bayi kering serta faktor lingkungan.

Adapun gejala yang ditunjukkan dari penyakit yang satu ini adalah bayi yang terlihat gelisah karena gatal, kulit wajah bayi yang terlihat kering, kemerahan, dan bersisik.

Untuk mengatasi gangguan kesehatan berupa eksim susu, ibu bisa melakukan beberapa hal di bawah ini:

  • Menjaga kebersihan wajah bayi. Jika wajah bayi terkena tetesan susu, segera bersihkan dengan lap lalu keringkan.
  • Usahakan bayi berada di tempat yang sejuk. Jika memang udaranya panas dan bayi berkeringat, ada baiknya ibu menjaga ruam kulit bayi agar tetap kering.
  • Gunakan sabun mandi yang dibuat khusus untuk bayi dan mengandung pelembab namun tidak mengandung parfum di dalamnya.
  • Hindarkan kulit bayi yang terkena eksim susu terkena paparan langsung matahari.
  • Gunakan sarung tangan pada bayi dan potong kukunya secara rutin untuk menghindari bayi menggaruk kulit.
  • Jika kulit bayi mengalami pembengkakan atau bahkan terluka dan terlihat basah, ada baiknya ibu segera berkonsultasi ke dokter.

5. Batuk dan pilek

Bukan hanya menyerang mereka yang telah dewasa, batuk dan pilek dapat pula menyerang mereka yang masih bayi. Adapun penyebabnya adalah virus yang berasal dari kelompok RNA. Gejala penyakit ini bisa berupa keluarnya cairan dari hidung yang disertai dengan demam.

Cara mengatasi batuk dan pilek pada bayi, bisa dilakukan dengan mencari tahu jenis virus yang tengah menginfeksi bayi anda. Selain itu, ibu juga bisa mengeluarkan cairan pada hidung bayi melalui penguapan serta menepuk-nepuk punggung bayi dengan posisi telungkup.

Sebagai tindak pencegahan, beri vaksin pada bayi saat usianya menginjak enam bulan. Pemberian vaksin dapat diulangi lagi tiap satu tahun sekali. Ibu perlu waspada saat kemampuan minum bayi berkurang atau saat batuk dan pilek tidak kunjung sembuh.

6. Infeksi saluran pernapasan

Infeksi saluran napas bisa disebabkan oleh gangguan virus ataupun bakteri. Adapun gejala yang muncul bisa berupa batuk, demam, diare, muntah ataupun pilek.

Untuk mengatasi gangguan pada saluran napas, ibu bisa melakukan pengecekan mengenai jenis infeksi yang tengah menyerang saluran napas bayi, mulai dari area tenggorokan, hidung serta bagian saluran napas bawah.

Sebagai langkah untuk mencegah bayi mengalami kejang- kejang, ibu dapat memberikan obat penurun panas pada bayi serta memberinya ASI yang cukup. Jika gejala masih terus berlanjut, segera bawa ke dokter untuk menghindari terjadinya komplikasi.

7. Sembelit

Sembelit pada bayi dapat terjadi ketika bayi kekurangan cairan atau karena perubahan makanan dari ASI ke jenis makanan padat. Beberapa gejala yang menunjukkan gangguan sembelit adalah feces bayi yang keras dan kecil-kecil. Gejala sembelit juga bisa terlihat saat bayi mengejan ketika BAB bahkan sampai menangis.

Mengatasi sembelit bisa dilakukan dengan cara memastikan bayi mendapatkan cairan yang cukup, memijat perut bayi searah jarum jam dengan lembut dengan baby oil. Ada baiknya ibu tidak memberikan bayi obat pencahar secara sembarangan melainkan dengan berkonsultasi terlebih dahulu ke dokter.

8. Muntah

Gangguan yang satu ini dapat terjadi ketika bayi merasa kekenyangan atau saat meningkatnya udara di lambung. Bukan hanya itu, muntah pada bayi dapat pula terjadi karena faktor pemberian makanan yang salah, adanya sumbatan usus atau karena penyakit batuk dan pilek.

Saat bayi mengalami muntah-muntah, ibu tidak perlu panik melainkan segera tanggap dengan melakukan langkah-langkah berikut ini:

  1. Membersihkan muntahan bayi di mulut supaya tidak masuk ke saluran pernapasan.
  2. Jangan menyusui atau memberi makan pada bayi dengan posisi tiduran melainkan dalam posisi setengah duduk.
  3. Hindari memberi bayi minuman melainkan tunggu bayi sampai tenang terlebih dahulu.

Jika muntah yang dialami bayi tidak segera hilang, ada baiknya ibu membawa bayinya ke dokter untuk mengecek apakah ada sumbatan usus pada bayi.

9. Demam

Perlu ibu ketahui, jika demam bukanlah penyakit. Demam adalah suatu kondisi ketika tubuh bayi mengalami kenaikan suhu akibat respon beberapa kondisi seperti infeksi, tumbuhnya gigi hingga imunisasi.

Untuk mengatasi demam, ibu bisa mengompres bayi menggunakan kain basah dan usahakan untuk memberi ASI banyak pada bayi. Selain itu pastikan pula jika bayi menggunakan pakaian tebal atau yang berlapis.

Untuk menghindari terjadinya komplikasi akibat penyakit yang berlarut- larut, ada baiknya ibu segera tanggap. Pastikan untuk segera membawa bayi ke dokter jika gangguan kesehatan tidak segera hilang.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *