Penyebab dan Dampak Air Ketuban Hijau Pada Bayi

Air ketuban memiliki hubungan yang erat dengan kehamilan, karenanya air ketuban di miliki oleh tiap ibu yang tengah hamil. Fungsi air ketuban sendiri berguna dalam membungkus serta melindungi bayi dari getaran, guncangan ataupun gerakan lain yang berasal dari luar. Dengan adanya air ketuban, bayi akan lebih aman saat berada di dalam perut sang ibu.

Keberadaan air ketuban juga berperan sebagai penanda saat ibu akan melahirkan. Ketika kehamilan sudah besar, air ketuban akan pecah dan keluar dari vagina. Dalam hal ini bayi di dalam perut harus segera dilahirkan, karena jika tidak, akibatnya akan berbahaya buat si bayi. Jika air ketuban pecah, bayi tidak akan bertahan lama karena keadaan yang lemas serta kekurangan cairan. Jika sudah demikian, operasi caesar menjadi jalan persalinan yang harus dilakukan.

Penyebab air ketuban menjadi hijau atau keruh

Air ketuban umumnya memiliki warna yang bening. Saat berada di dalam rahim, secara tidak sadar bayi akan meminum air ketuban tersebut. Jika rongga-rongga dalam tubuh bayi telah penuh, hal ini dapat memicu bayi mengalami cegukan.

Meski air ketuban sebenarnya berwarna bening, namun tidak menutup kemungkinan jika warnanya bisa berubah. Hal ini dapat terjadi ketika air ketuban bercampur zat lain. Beberapa alasan kenapa air ketuban bisa berubah bewarna keruh atau bahkan berwarna hijau antara lain adalah sebagai berikut.

a. Infeksi

Infeksi menjadi salah satu faktor kenapa air ketuban yang bening dapat berubah berwarna hijau. Jika memang terjadi infeksi pada ibu hamil, segera lakukan tindakan medis untuk menghindari gangguan yang tidak diinginkan pada bayi.

b. Janin yang stres

Faktor lain yang menyebabkan air ketuban berubah menjadi hijau adalah bayi yang stres. Janin yang mengalami stres dapat mengeluarkan feces atau tinja yang berakibat pada perubahan air ketuban. Perubahan tersebut membuat air ketuban tidak aman dan bersifat racun.

c. Kehamilan yang tidak normal

Maksud kehamilan yang tidak normal disini adalah kehamilan yang melebihi waktu persalinan yakni lebih dari empat puluh dua minggu. Kehamilan tersebut memicu plasenta yang tidak berfungsi lagi. Plasenta yang tidak berfungsi sebagaimana mestinya, beresiko membuat bayi kekurangan oksigen.

Resiko / dampak bagi bayi yang meminum air ketuban hijau

Seperti yang telah disebutkan di atas, air ketuban yang berwarna hijau dapat meracuni tubuh bayi. Beberapa resiko buruk yang dapat terjadi pada bayi yang meminum air ketuban hijau antara lain adalah sebagai berikut.

1. Masuknya cairan ke dalam paru-paru

Cairan yang masuk ke dalam paru-paru tentu sangat berbahaya. Paru-paru merupakan tempat bertukarnya oksigen serta karbondioksida yang penting bagi kelangsungan tubuh manusia. Mereka dengan paru-paru yang kemasukan cairan tentu akan sulit mengambil napas.

2. Penuaan pada kulit

Bahaya bayi meminum air ketuban berwarna hijau selanjutnya adalah kulit bayi yang menua. Hal ini ditandai dengan munculnya keriput serta kuku yang memanjang.

3. Susah mengambil napas

Bayi yang meminum air ketuban hijau membuat paru-parunya terisi dengan cairan. Hal ini tidak baik bagi perkembangan bayi karena dapat mengganggu kesehatan paru-paru bahkan jantung bayi sekalipun.

Air ketuban merupakan bagian penting dari kehamilan. Air ketuban yang abnormal dapat memberi dampak buruk bagi bayi yang dilahirkan. Lakukan pencegahan dengan mengonsumsi air kelapa muda yang bernutrisi bagi kehamilan sekaligus menjaga kestabilan air ketuban. Beberapa manfaat lain air kelapa muda bagi ibu hamil adalah sebagai elektrolit alami, antibakteri, antivirus serta meningkatkan fungsi pencernaan ibu hamil.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *