Tips Agar Tidak Melahirkan Bayi Prematur

Kelahiran prematur adalah kelahiran bayi dalam kondisi yang belum cukup umur. Persalinan tersebut dapat terjadi ketika usia kandungan ibu kurang dari 37 atau 38 minggu. Keselamatan dari bayi yang dikandung akan semakin mengkhawatirkan jika usia kandungan jauh dari usia kelahiran normal yang telah ditetapkan.

Kelahiran prematur beresiko membuat bayi mengalami komplikasi terutama di bagian pernapasan. Inilah kenapa penting bagi ibu untuk mengetahui tindakan apa saja yang dapat dilakukan guna mencegah bayi lahir prematur. Untuk lebih lengkapnya, ibu bisa simak tips yang berikut ini.

1.Menjaga berat badan

Tips mencegah bayi terlahir prematur yang pertama adalah dengan menjaga berat badan ibu. Dalam hal ini, ada baiknya ibu memiliki badan ideal yang tidak terlalu kurus namun tidak juga terlalu gemuk.

Banyak ibu hamil yang mengalami peningkatan berat badan saat menginjak trisemester akhir. Namun tidak jarang pula, ibu yang tidak mengalami morning sicknes, mengalami kenaikan berat badan di awal kehamilan. Kontrol berat badan ibu dengan baik melalui asupan yang tepat dan dengan porsi yang normal yang tentunya seimbang.

2.Vaksin

Kekebalan tubuh di masa kehamilan harus dijaga dengan baik agar terhindar dari gangguan kesehatan yang berbahaya bagi ibu dan janinnya. Salah satu gangguan kesehatan yang dapat menyebabkan kekebalan tubuh ibu menurun adalah influenza.

Penting bagi ibu untuk menjaga diri dari virus influenza serta jenis gangguan kesehatan yang lain. Dalam hal ini, ibu hamil bisa melakukan vaksin.

Kesehatan ibu memiliki dampak nyata pada bayinya. Entah baik atau buruk kondisi bayi, semua tegantung pada ibu yang tengah mengandungnya.

3.Gaya hidup yang sehat

Menerapkan gaya hidup sehat merupakan langkah tepat dalam mencegah kelahiran bayi prematur. Hindari kebiasaan buruk seperti merokok, konsumsi alkohol serta penggunaan obat terlarang yang berbahaya.

Tahukah ibu, jika ada banyak kelahiran prematur yang disebabkan oleh gaya hidup tidak sehat? Inilah kenapa penting bagi ibu untuk mengetahui apa saja yang dianjurkan dan dilarang di saat kehamilan.

4.Biasakan sarapan

Membiasakan diri sarapan merupakan salah satu langkah sehat mencegah bayi terlahir prematur. Penelitian menunjukkan jika ibu hamil yang sering melewatkan sarapan, rentan dengan yang namanya kelahiran prematur.

5.Menggunakan masker

Masker dapat digunakan saat ibu berada di tempat yang ramai. Hal ini dilakukan guna mencegah masuknya radikal bebas ke dalam tubuh sekaligus menghindari virus serta terhisapnya asap rokok.

Perlu ibu ketahui, bukan hanya perokok aktif saja yang beresiko melahirkan bayi prematur, namun mereka yang tercatat sebagai perokok pasifpun memiliki resiko yang sama.

6.Perbanyak air putih

Air putih memiliki banyak manfaat bagi kesehatan tubuh termasuk juga bagi ibu hamil. Mengonsumsi air putih dengan takaran cukup, mampu melarutkan beragam zat kimia yang masuk ke dalam tubuh. Inilah kenapa ibu hamil yang gemar mengonsumsi makanan berbahan kimia, diharuskan mengonsumsi air putih sebagai penetral setelahnya.

7.Periksa kehamilan dengan rutin

Rutin memeriksakan kehamilan merupakan langkah tepat dalam mencegah terjadinya kelahiran bayi prematur. Periksa kehamilan juga memungkinkan petugas kesehatan dalam mengambil langkah tepat secara cepat jika sewaktu- waktu terjadi sesuatu yang tidak diinginkan pada bayi.

Menjaga kehamilan dengan baik merupakan tugas wajib bagi ibu yang tengah mengandung. Patuhi anjuran dokter dan hindari segala hal yang beresiko membuat bayi terlahir prematur. Jaga asupan ibu dengan baik dengan mengonsumsi banyak makanan sehat bagi kehamilan. Semoga bermanfaat.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *