Tips Mendapat Anak Perempuan atau Laki – Laki

Saat ini kecanggihan teknologi mampu memberikan dampak yang luar biasa terhadap kehidupan umat manusia. Berbagai peralatan canggih dan teknologi baru telah memberi banyak manfaat dalam kehidupan sehari-hari, salah satunya adalah teknologi di bidang kedokteran khususnya teknologi yang membantu pasangan untuk mendapatkan anak perempuan atau laki-laki.

Program kehamilan yang ditujukan untuk memilih jenis kelamin calon anak sebenarnya sudah berjalan sejak lama. Sebagian orang menggunakan cara-cara natural seperti dengan melakukan perhitungan masa subur saat melakukan hubungan atau dengan cara mengatur nutrisi yang dikonsumsi calon ayah yakni misalnya dengan memberikan makanan seperti sayuran tertentu, daging dan buah.

Sedangkan untuk cara yang modern, salah satu metode yang digunakan untuk menentukan jenis kelamin anak adalah dengan metode shettles dimana metode ini bisa memberikan peluang dengan tingkat keberhasilan hingga 75 persen. Metode ini memperhitungkan kromosom gen pada pria dan wanita untuk menentukan jenis kelamin calon anak. Seperti yang kita ketahui, kromosom pria (XY) memiliki ciri sperma yang lebih kecil dan daya hidup lemah namun bergerak lebih cepat, sedangkan kromosom wanita (XX) memiliki ciri ukuran sperma lebih besar dan daya hidup kuat tetapi lebih lamban.

Cara Mendapat Anak Perempuan atau Laki – Laki

Bagi pasangan yang ingin memiliki anak perempuan atau laki-laki, maka ada beberapa tips yang bisa dilakukan, diantaranya:

Wanita yang sedang berada pada masa subur, atau sedang terjadi ovulasi maka akan memberikan peluang yang lebih besar untuk mendapatkan anak laki-laki. Hal ini disebabkan karena kromosom XY akan bergerak lebih cepat dan bisa mencapai sel telur terlebih dahulu. Apabila anda berencana untuk mendapatkan anak laki-laki, maka disarankan untuk berhubungan pada saat terjadi ovulasi. Sedangkan jika anda menginginkan anak perempuan, maka usahakan untuk berhubungan 3 hari atau lebih sebelum masa ovulasi.

Beberapa langkah mudah untuk menentukan masa subur diantaranya, menentukan terlebih dahulu panjang siklus menstruasi. Jika siklus menstruasi berjalan normal, dalam artian 21 hingga 40 hari, dimana biasanya siklus ini dimulai sejak hari pertama haid tepat 1 hari sebelum haid bulan berikutnya. Lalu setelah mengetahui siklus menstruasi anda, kemudian hitung dan tentukan perkiraan hari pertama haid untuk bulan berikutnya, lalu dikurangi 14 hari. Ovulasi akan terjadi biasanya 14 hari sebelum haid pertama pada bulan berikutnya.

Perhatikan pH pada area kewanitaan. Hal ini juga berperan penting terhadap jenis kelamin anak yang akan dilahirkan. Area intim wanita dengan lingkungan yang lebih asam akan lebih mudah menghasilkan anak perempuan, hal ini disebabkan karena asam bisa membunuh sperma XY, sedangkan kondisi area kewanitaan yang lebih basa, akan memungkinkan untuk lebih mudah mendapatkan keturunan berjenis kelamin laki-laki.

Perhatikan juga posisi dan kedalaman penetrasi pada saat berhubungan. Penetrasi yang dangkal dan dekat dengan vagina, biasanya akan menghasilkan anak perempuan, sedangkan penetrasi yang lebih dalam umumnya akan menghasilkan anak laki-laki.

Terkait dengan jumlah sperma, jika pada saat berhubungan jumlah sperma yang keluar lebih banyak, maka cenderung akan lebih mudah menghasilkan anak laki-laki. Mengenai hal ini ada 2 hal yang perlu dilakukan yakni, jika menginginkan anak laki-laki, maka pria disarankan untuk lebih sering menggunakan celana yang longgar. Hal ini dilakukan guna mempertahankan suhu testis agar tidak terlalu panas dan menjaga sperma tetap hidup.

Sperma XY yang menghasilkan anak laki-laki cenderung memiliki daya hidup yang lemah namun bergerak dengan cepat, dengan menggunakan celana longgar, maka bisa lebih mudah untuk mendapatkan anak laki-laki. Sedangkan jika berencana untuk mendapatkan anak perempuan, maka pria disarankan untuk mandi air hangat terlebih dahulu sebelum berhubungan, dengan melakukan ini, maka sperma XX akan bertahan hidup dan mempermudah peluang untuk mendapatkan anak perempuan.

Langkah kelima yang bisa dilakukan adalah dengan mengatur waktu untuk berhubungan. Caranya adalah dengan memberikan jarak waktu berhubungan dengan waktu ovulasi. Kita bisa mengambil contoh, seorang wanita yang memiliki hari subur setiap bulan yang jatuh pada tanggal 14, maka apabila menginginkan anak laki-laki, pasangan harus melakukan hubungan saat menjelang masa subur (1 hari sebelum masa subur atau tepat tanggal 14).

Cara ini meningkatkan kemungkinan mendapatkan anak laki-laki karena kromosom Y sperma akan bertemu langsung dan membuahi kromosom X. Sedangkan apabila pasangan ini menginginkan anak perempuan, maka disarankan untuk melakukan hubungan 3 sampai 4 hari sebelum hari subur wanita tersebut. Cara ini meningkatkan potensi mendapatkan anak perempuan karena kromosom Y akan terkena asam dari vagina, sehingga akan mati terlebih dahulu, dan tersisa kromosom X yang akan membuahi kromosom X ovum, dimana hal ini akan menghasilkan janin anak perempuan.

Untuk bisa menghasilkan anak laki-laki atau perempuan, langkah selanjutnya yang bisa diambil adalah dengan mengkondisikan vagina sebelum berhubungan. Maksudnya adalah kondisi keasaman atau pH cairan vagina perlu di kondisikan terlebih dahulu sebelum berhubungan. Apabila pasangan ingin mendapatkan anak laki-laki, maka sebelum berhubungan, disarankan bagi wanita untuk membasuh vaginanya dengan larutan garam.

Hal ini dilakukan agar keadaan pH vagina menjadi basa, sehingga kromoson Y sperma akan tetap hidup dan bisa membuahi kromosom X ovum. Sebaliknya, jika pasangan menginginkan buah hati berjenis kelamin perempuan, maka disarankan bagi si ibu untuk membasuh vaginanya dengan cairan asam, sehingga kromosom Y sperma akan mati, sehingga tersisa kromosom X sperma yang akan membuahi kromosom X ovum untuk menghasilkan anak perempuan. Yang perlu diperhatikan adalah, usahakan untuk mengatur tingkat keasaman ataupun basa dengan komposisi yang cukup, sehingga tidak sampai melukai organ intim wanita.

Nutrisi juga berperan dalam penentuan jenis kelamin seorang anak yang akan dilahirkan. Memang belum ada penelitian yang pasti mengenai jenis makanan tertentu yang dikonsumsi calon ayah akan memberikan dampak pada jenis kelamin calon anak. Namun biasanya yang dilakukan adalah apabila pasangan ingin mendapatkan anak laki-laki, maka disarankan bagi calon ayah untuk mengkonsumsi makanan seperti ikan asin, daging merah, seledri, aprikot dan pisang serta perlu juga ditambahkan makanan ringan yang berbahan kentang atau dari tepung. Sedangkan jika pasangan menginginkan anak perempuan, maka disarankan bagi calon ayah untuk mengkonsumsi banyak sayuran, produk susu, ikan, buah-buahan seperti jeruk, apel, peach dan cokelat.

Berdasarkan uraian diatas mengenai tips mendapatkan anak perempuan atau laki-laki, maka ada beberapa pakar di bidang ilmu kandungan memberikan beberapa tips yang perlu diperhatikan bagi pasangan saat ingin menentukan jenis kelamin anak yang ingin dilahirkan kelak, diantaranya

Wanita atau calon ibu dianjurkan untuk mengetahui secara detil mengenai masa suburnya dengan cara melakukan perhitungan dengan metode yang benar.
Pasangan yang menginginkan anak laki-laki, maka disarankan melakukan hubungan pada masa subur, sedangkan jika pasangan ingin mendapatkan anak perempuan, maka disarankan untuk berhubungan 3-4 hari sebelum masa subur wanita. Demikian informasi mengenai tips mendapatkan anak laki-laki atau perempuan, semoga artikel ini bermanfaat.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *